PPPI

Refleksi SuMpah PemuDa

Posted on Updated on

SOEMPAH PEMOEDA
Pertama :
– KAMI POETRA DAN POETRI INDONESIA MENGAKOE BERTOEMPAH DARAH JANG SATOE, TANAH AIR INDONESIA

Kedua :
– KAMI POETRA DAN POETRI INDONESIA, MENGAKOE BERBANGSA JANG SATOE, BANGSA INDONESIA

Ketiga :
– KAMI POETRA DAN POETRI INDONESIA MENGJOENJOENG BAHASA PERSATOEAN, BAHASA INDONESIA

Djakarta, 28 Oktober 1928 [1]

          Diatas bisa kita lihat isi teks Sumpah Pemuda yang dimana hari lahir teks itu kita peringati setiap tahunnya sebagai hari Sumpah Pemuda.

Sumpah Pemuda ini lahir didasari karena adanya penjajahan yang dialami bangsa Indonesia saat itu. Untuk merespon hal tersebut, Perhimpunan Pelajar-Pelajar Indonesia (PPPI) yang terdiri dari organisasi-organisasi pemuda mengadakan kongres pemuda .Kongres tersebut merupakan bagian dari agenda perlawanan atas penjajahan, dalam kongres itulah dihasilkan rumusan sumpah setia yang digagas oleh Muh Yamin.

dari sedikit uraian diatas bisa kita lihat asal mula munculnya sumpah ini adalah karena semangat pemuda pada jaman itu yang luar biasa dalam rangka membawa perubahan yang positif bagi bangsa dan negaranya, Namun belakangan ini muncul sebuah pertanyaan “Lalu bagaimana kondisi Pemuda sekarang ini? kenapa banyak sekali pemuda yang mulai apatis, cuek dan seolah-olah tidak mau tahu mengenai kondisi umat atau bangsa dan negara? kemana sebenarnya semangat sumpah pemuda yang dulu ? bagaimana solusinya pemecahan masalah ini?

Berikut pembahasannya :

  1. Bagaimana kondisi pemuda jaman sekarang ? Perhatikanlah data penelitian kehidupan remaja pada saat ini : mengkonsumsi minuman keras (83,3%), begadang malam (93,3%), berbohong (100%), hubungan seks diluar nikah (40%), mencuri (46,7%), penyalahgunaan narkoba (73,3%), berjudi (33,3%), kumpul kebo (16,7%), melihat gambar porno (23,3%), membunuh (3,3%), dan sejumlah data kerusakan akhlak di berbagai sisi kehidupan (Hasil penelitian Puslitbang Departemen Sosial RI).[2]
  2. Kenapa banyak sekali pemuda yang mulai apatis, cuek dan seolah-olah tidak mau tahu mengenai kondisi umat atau bangsa dan negara? ya gimana mau respect kalau kita lihat data-data kondisi kehidupan pemuda kita sekarang. sebagian besar pemuda sekarang secara tidak langsung di didik untuk berfikiran konsumtif, hedonistik lewat media-media sosial. hal ini bisa kita lihat jika kita melihat acara di Tv jarang sekali acara TV di negeri ini yang mengajarkan pada perilaku hidup yg positif, kalu tidak mengenai pertengkaran, musuh-musuhan, kebencian, persaingan yang tidak sehat, perilaku foya-foya, dsb. di sekolahkanpun pemuda hanya diajarkan untuk mencari nilai saja bukan bagaimana ilmunya bisa bermanfaat bagi manusia yang lain. Jadi bagaimana apatis, cuek, atau bahkan bersikap masa bodoh dengan kondisi yang ada sekarang.
  3.  Kemana sebenarnya semangat sumpah pemuda yang dulu ? semangat ini bisa dikatakan hanya sebuah semangat yang sifatnya sementara atau semu. karena semangat ini awalnya bersumber dari rasa terjajah sehingga ketika rasa terjajah itu sudah hilang maka hilang pulalah semangat sumpah pemuda ini. selain itu hilangnya semangat ini juga dipengaruhi karena adanya ikatan yang lemah yaitu Nasionalisme. Nasionalisme merupaka ikatan untuk sekelompok manusia berdasarkan kesamaan identitas sebagai sebuah bangsa. Pengertian bangsa ini, pada praktiknya sangat luas dan kadan gbersifat imajiner. Kesamaan bangsa kadang bisa berarti kesamaan ras, budaya, bahasa, sejarah, dsb. Dalam wacana Politik Mutakhir, pengertian bangsa lebih bersifat imajinatif (Benedict Anderson, 1999). Nasionalisme hanya muncul akibat naluri mempertahankan diri. Karena ikatannya bersifat emosional yang selalu didasarkan pada perasaan yang muncul secara spontan dari naluri untuk mempertahankan diri sehingga tidak bisa dijadikan ikatan yang langgeng antara manusia yang satu dengan yang lain. [3]
  4.  Bagaimana solusinya pemecahan masalah ini? Sumpah pemuda hanyalah persatuan yang semu jadi wajar ketika semangat pemuda pada kongres pemuda tahun 1928 itu tidak bisa bertahan sampai sekarang, justru bertolak belakang dengan kondisi pemuda sekarang, Solusinya hanyalah dengan islam. Islam mengajarkan persatuan sebagaimana disebutkan dalam salah satu ayat Al Quran: “Sesungguhnya kaum mukmin itu bersaudara (TQS. Al Hujurat:10). Dalam islam persatuan kaum mukmin tidak dibatasi oleh domisili, kewarganegaraan, warna kulit atau bahasa. Secara historis, persatuan seperti ini selama kurang lebih 14 abad telah menjadikan kaum muslim bersatu lewat kekhalifahannya.[4] Jadi seharusnya Islamlah yang harus dijadikan sebagai landasan dalam segala aspek kehidupan termasuk dalam aspek kebangsaan dan kenegaraan karena memiliki ikatan yang lebih kuat dan bersumber dari Sang pencipta kehidupan Allah SWT.

Wallohu a’lam bi showab

By: Taruna

Note :

[1]http://sumpahpemuda.org/

[2]http://tholabun-ilman.blogspot.com/2012/07/perhatikan-keadaan-remaja-jaman-sekarang.html

[3]  Kartiko, Joni. 2013. Kegagalan Sumpah Pemuda. Jurnal Opini Kampus Ideologis. Jakarta: DEPDAGITPRO

[4] ibid,